Selasa, 08 November 2011

Sejarah ATBM dan textile Texmaco

Sejarah Berkembangnya Pabrik Textil  dan surutnya  tenunan tradisional ATBM, namanya PT.Texmaco jaya  PT.Texmaco yang berada di antara desa beji cokrah dan desa pedurungan kecamatan taman.
Pabrik textile PT.texmaco jaya  yang dulunya bernama Jaya Perkasa atau sentral pemintalan benang, sekitar pada tahun 1960,masya rakat di sekitar pabrik tersebut, sangatlah mendukung untuk kinerja penghasilan andalan pemalang  terutama didesa sekitarnya.

Pada era tahun 1960 an, banyak yang merekrut karyawan yang bersekolahkan SR atau sekolah rakyat,paling tinggi SD, karyawan yang bekerja terutama antara lain desa beji cokrah,Pedurungan dan sekitarnya menurut  pengakuan warga di desa beji  dulu memang ada perjanjian pihak perusahaan dengan warga setempat
bekerja di texmaco, di era tahun 1977 sampai dengan tahun 1992,seiring perkembangan jaman tekmaco mulai memperluas pabrik sampai kewilayah jawa barat, karawang, subang, dan yang terakhir di timor timor yang sekarang bukan negara NKRI ini  di prakarsai oleh 3 saudara yaitu: Sini Fhasan mari motto, washan,dan sini fhasan ghanesan, ke tiga saudara mereka dating adri India,dan mulai meniti karirnya di Indonesia yang pertama di pemalang,kemajuan sangat pesat  mesin modern  pun dipesanya dari luar negeri  untuk menunjang moto dan mutu produksi,makanya tak heran masyarakat di daerah tersebut mulai meninggalkan , alat alat tenun tradisional ,alat etnunan tradisional ATBM alat tenun bukan mesin,hanya sebagian yang masih bertahan sampai sekarang yaitu desa wanarejan,mlaki yang masih memakai untuk home industry  atau kerja sampingan .
Pada tahun 2000 texmaco mulai kesulitan pemasokan pesanan dari berbagai Negara,di smaping produk

unggulan yg di subang perkasa acecoris mobil yang banyak dikembaliakn oleh konsumen di berbagai Negara yang kalah saing dengan produk dari Negara lain,dan textile pun mulai ppasang surut,bahkan merosot dratis,sehingga akhir tahun sekitar 2001,karyawan yg mulai di rumahkan sampai menon aktifkan karyawan
Dari mulai alat tenun tradisional ke mesin mutahir,akhirnya kembali ke tradisional,exs dari karywan texmaco pun banyak yang merasa  kesulitan mencari pabrik semacam texmaco, masyarakat akhirnya mulai kebali menggunakan tenunan tradisional,seperti Bp.Tarmidi tex mulai bermunculan lagi  membuat industry kecil kecilan ATBM,yang ada di desa karang tuang ,taman,dan banyak lainya yg menggunakan tenunan tradisional.
Samapi sekarang tenunan ATBM,menjadi  salah satu kerajinan yang bernilai tinggi.

6 komentar:

Noe mengatakan...

sekarang mesin texmaco jadi mesin tua dong??

sasongko mengatakan...

ya begitulah....dulu pernah ada yang mau membeli pabrik tekmaco,sampe skrng gak ada kabar

Wasi mengatakan...

halo

dokter lampu surahman mengatakan...

saya merasa miris dengan surut nya texmaco dikancah dunia pertextilan,saya pernah menjadi bagian di dalamnya

Unknown mengatakan...

MIRIS,ortuku PHK gara" konspirasi busuk penjegalan texmaco dr pihax asing

nita dian mengatakan...

posisi kantor texmaco yang di kerawang ini dimana sih? ada yang tau kah?

Posting Komentar

 
;